10 Alasan Anak di Finlandia Lebih Pintar

10 Alasan Anak di Finlandia Lebih Pintar – Pendidikan di Finlandia sering jadi sorotan dunia. Bagaimana tidak, negara ini senantiasa mencetak nilai tertinggi dalam tes internasional.

10 Alasan Anak di Finlandia Lebih Pintar

Berkat itu, Finlandia dinobatkan sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. https://termelaktasi.com/ Disebutkan oleh World Economic Forum, Filandia unggul di atas Amerika Serikat dan negara-negara di Asia Timur yang dikenal sebagai peringkat nomor satu dalam matematika dan sains.

Negara di Eropa utara itu senantiasa berinovasi dan memiliki sistem pendidikan yang berbeda dengan negara lainnya. Apa alasan anak di Finlandia lebih pintar dan menjadikannya sistem pendidikan terbaik dunia? ini daftarnya.

1. Mulai Sekolah Sejak Usia 7 Tahun
Di Finlandia, anak-anak baru diizinkan untuk bersekolah saat sudah menginjak usia tujuh tahun. Pada periode awal pendidikan, Pemerintah Finlandia memberikan kebebasan dengan tidak memberikan pendidikan wajib. Hal ini agar anak-anak dapat menikmati masa kecilnya dengan maksimal.

Berbeda dengan Indonesia, Finlandia memiliki durasi wajib belajar yang lebih singkat. Finlandia hanya menerapkan 9 tahun wajib belajar bagi semua anak. Pendidikan setelah kelas 9 atau di atas usia 16 tahun adalah hal yang opsional.

2. Sistem Belajar yang Santai
Para siswa biasanya hanya memiliki beberapa kelas dalam sehari. Mereka diberi waktu untuk makan  hingga bersantai. Bahkan, para siswa diberikan waktu 15 hingga 20 menit untuk meregangkan tubuh, menghirup udara segar, dan beristirahat.

Tidak hanya para siswa, para guru juga diberikan ruang khusus di setiap sekolah untuk bersantai, bersiap-siap untuk mengajar, atau sekadar bersosialisasi.

3. Guru Jarang Memberi PR
Menurut Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), para siswa di Finlandia memiliki jumlah pekerjaan rumah (PR) yang paling sedikit dibanding para siswa di seluruh dunia. Bahkan, para siswa hanya menghabiskan maksimal 30 menit untuk mengerjakan tugas dari sekolah di rumah.

4. Tidak Membanggakan Prestasi Akademik
Mendapat nilai yang baik tentu menjadi kebanggan setiap orang. Namun sekolah di Finlandia tidak menuntut hal itu.

Sejak 1980-an, Finlandia memindahkan fokusnya dari prestasi akademik ke hal-hal lain yang lebih mendasar, seperti:

Pendidikan harus menjadi instrumen untuk mengimbangi ketimpangan sosial
Semua siswa menerima makanan sekolah secara gratis
Kemudahan akses pelayanan kesehatan
Konseling psikologi
Bimbingan individual

5. Guru yang Sama Selama Bertahun-tahun
Para siswa di Finlandia diajari oleh guru yang sama selama enam tahun bersekolah. Dengan demikian, guru bisa berperan sebagai mentor atau bahkan anggota keluarga.

Selama masa pendidikan itu, siswa dan guru saling membangun rasa percaya sehingga mereka saling mengenal dan menghormati. Hal ini diterapkan karena setiap individu memiliki kebutuhan dan gaya belajar yang berbeda-beda.

Dengan menerapkan sistem guru yang sama selama bertahun-tahun, para guru dapat mengetahui kebutuhan khusus para siswanya. Mereka pun dapat memetakan dan memerhatikan perkembangan siswa.

6. Ada Opsi Selain Kuliah
Pendidikan Finlandia menawarkan opsi lain bagi siswa yang hendak melanjutkan pendidikan. Di Finlandia, ada sekolah menengah atas (setara SMA) yang merupakan program tiga tahun untuk mempersiapkan siswa mengikuti Ujian Matrikulasi.

Ujian Matrikulasi adalah ujian yang menentukan penerimaan mereka di universitas. Ujian tersebut didasarkan pada spesialisasi yang mereka peroleh selama menempuh pendidikan di sekolah menengah.

Selain itu, ada pendidikan kejuruan, yaitu program tiga tahun yang melatih siswa untuk melanjutkan karier profesional. Siswa juga memiliki pilihan untuk mengikuti tes Matrikulasi jika ingin mendaftar ke Universitas.

7. Mulai Belajar Lebih Siang
Siswa di Finlandia baru memulai sekolah pada pukul 09.00 hingga 09.45. Menurut penelitian yang dipublikasikan PubMed Central, jam belajar di sekolah yang lebih awal bisa berdampak buruk terhadap kesehatan, kebahagiaan, dan tingkat kematangan siswa.

Sekolah Finlandia biasanya berakhir pada pukul 02.00 hingga 02.45. Selain periode kelas yang lebih lama, waktu istirahat mereka juga menyesuaikan.

8. Tidak Ada Tes Standar
Finlandia tidak memiliki tes standar untuk seluruh siswa seperti Ujian Nasional (UN). Namun Finlandia mengadakan Ujian Matrikulasi Nasional dan bersifat sukarela untuk siswa tahun terakhir menengah atas.

Sebagai gantinya, seluruh siswa di Finlandia dinilai secara individual dengan sistem penilaian yang telah ditetapkan oleh guru masing-masing. Lalu, keseluruhan nilai perkembangan siswa dilakukan oleh Kementerian Pendidikan setempat.

9. Guru Wajib Memiliki Gelar Master
Seluruh guru di Finlandia diwajibkan untuk memiliki gelar master. Profesi guru di Finlandia juga sangat dihormati dan digaji besar.

10. Menekankan Kerja Sama, Bukan Persaingan
Terakhir, sistem pendidikan di negara Eropa utara itu tidak menekankan pada persaingan. Berbeda dengan negara lain yang menuntut siswanya untuk meraih nilai tinggi di kelas.